October 19, 2018 / administrator

Saat ini, kita sedang menghadapi evolusi teknologi yang sangat cepat dan membutuhkan pemangku kepentingan untuk memantau perubahan yang terjadi secara sigap, mulai dari sifat pekerjaan, model bisnis, cara bekerja, dan permintaan akan ketrampilan, untuk dapat membuat kebijakan-kebijakan yang beradaptasi dengan perubahan-perubahan ini. Dengan perkembangan teknologi yang cepat untuk menggantikan ‘otot’ dan ‘otak’ manusia dengan mesin, robot dan Kecerdasan Buatan, industri mengubah model bisnis dan pekerja mengubah cara bekerja.

Saat ini, sebagian besar pekerja di Indonesia bekerja di pekerjaan semi-terampil. Tingkat pengangguran yang tertinggi terus terjadi di antara lulusan sekolah kejuruan (11,41 persen) dan lulusan sekolah menengah atas (8,29 persen). Dengan kata lain, ada tenaga kerja berpendidikan tinggi yang tidak terserap ke dalam pekerjaan. Dari sisi permintaan, masih banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia yang menemukan kesulitan dalam mempekerjakan pekerja semi-terampil dan berketrampilan tinggi.

Penjelasan yang mungkin untuk fenomena yang disebutkan di atas adalah ketidakcocokan ketrampilan. Ketidakseimbangan ketrampilan yang tampaknya sudah berlangsung lama di Indonesia dan meningkatnya ancaman dari sifat pekerjaan yang terus berubah dengan cepat dengan potensi dampak besar pada ketimpangan ketrampilan, memerlukan tindakan kebijakan jangka pendek dan jangka panjang. Tidak hanya mempersempit ketidakcocokan ketrampilan saat ini, tetapi juga mempersiapkan ketrampilan yang tepat untuk generasi masa depan adalah tantangan besar bagi Indonesia.